Sunday, December 30, 2018

7 Fakta tentang KEMISKINAN di indonesia


Hubungan antara kemiskinan dan ketimpangan


Indonesia termasuk dalam negara yang berkembang, dimana masih ada kesenjangan dan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh dalam hal ketimpangan dan kemiskinan. Kesenjangan (disparitas) antar wilayah masih terjadi di Indonesia dimana ketimpangan antar wilayah juga diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang menekankan pertumbuhan ekonomi dengan pusat-pusat pertumbuhan sehingga menimbulkan kesenjangan antar wilayah yang ekstrim. Ketidakefisienan bidang sistem administrasi juga termasuk penyebab ketimpangan karena apabila ada keunggulan dalam hal administrasi maka sistem tersebut akan mampu mengundang investasi karena proses perijinan yang mudah.

Ketimpangan adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Ketimpangan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga ketimpangan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Hubungan antara kemiskinan dan ketimpangan ada karena terjadinya suatu kemiskinan dapat dikarenakan adanya ketimpangan yang mana terjadi tidak meratanya distribusi pendapatan dan juga karena semakin tinggi ketimpangan ekonomi maka kelompok yang berpendapatan rendah tidak mendapatkan hak akses kebutuhan dan pelayanan dasar.



Fakta-Fakta kemiskinan di Indonesia :

-        - Tingginya tingkat ketimpangan ekonomi di Indonesia
-        - Jumlah Orang Miskin di Indonesia Naik Jadi 27,77 Juta dalam 6 Bulan

-        - Harta 100 Juta Orang Miskin Setara dengan 4 Orang Terkaya di Indonesia

-        - Oxfam dan INFID mencatat bahwa Indonesia menduduki peringkat 6 terbawah dalam hal   ketimpangan. Bayangkan saja, harta dari 4 orang terkaya di tanah air ternyata setara   dengan gabungan harta 100 juta orang miskin di Indonesia.

-        - Persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai rekor terendah dengan 9,82%

-        - Pengeluaran rata-rata penduduk miskin hanya Rp. 374.478,- per kapita per bulan

-        - Penetapan garis kemiskinan digunakan untuk mematok kelompok penduduk menjadi   kategori miskin dan tidak miskin. Mereka yang tergolong miskin, adalah yang rata-rata   pengeluarannya Rp 374.478 per kapita per bulan. Data yang didapat BPS menyatakan jika   jumlah tersebut sebanyak Rp 274.544 digunakan untuk mengonsumsi makanan.   Sedangkan sisanya dibelanjakan pada keperluan bukan makanan.

-        - Kemiskinan di desa-desa di Indonesia masih lebih besar tingkatnya daripada yang terjadi     di   kota. Berdasarkan data Maret 2017, penduduk kota yang miskin persentasenya   sebanyak 7,72%. Sedangkan untuk di pedesaan hampir dua kali lipat di kota, yaitu   sebesar  13,93%.


EmoticonEmoticon